
LiputanFiatLux.com. SMP Katolik Giovanni Kupang menutup pembelajaran Semester Genap dengan melaksanakan bakti sosial bertemakan “SMP Katolik Giovanni Peduli Sesama”, dengan mengunjungi salah satu Panti Asuhan Holy Angel yang berlokasi di Kota Kupang, (Jumat, 12 Juni 2026). Ini merupakan program semester SMP Katolik Giovanni Kupang, bertujuan membentuk sikap Afektif dalam menumbuhkan karakter peduli dan rasa empati murid terhadap persoalan-persoalan yang terjadi dalam masyarakat.
Wujud nyata dari kunjungan ini adalah murid-murid SMP Katolik Giovanni menyerahkan bantuan berupa sembako, dan berbagai kebutuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Holy Angel. Niat baik ini, secara langsung diterima oleh Kepala Panti Asuhan Holy Angel sekaligus menerima sumbangan yang diberikan.
Romo Kepala SMP Katolik Giovanni yang dimintai keterangan di tempat terpisah mengungkapkan maksud dan tujuan kegiatan ini adalah sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk menumbuhkan sekaligus mengasah sikap peduli, empati, dan pengimplementasian nilai-nilai kehidupan yang berasal dari pembelajaran di kelas.
“Proses pembelajaran di kelas telah sampai pada tahap akhir di Semester Genap ini. Dalam diri murid sudah dibekali dengan berbagai kemampuan Kognitif dan Psikomotorik. Tidak kalah pentingnya kemampuan Afektif menjadi sebuah tuntutan dunia yang akan kami bentuk di dunia pendidikan khususnya di rumah belajar SMP Katolik Giovanni Kupang. Tujuan dari menumbuhkan sikap Afeksi adalah untuk menghidupi dan membentuk kemampuan mencintai diri sendiri secara penuh, mampu memberi dan menerima dalam kaitan dengan membangun relasi dengan sesama, alam dan Pencipta. Maka lahirlah sebuah program strategis yang dirancang dan dilaksanakan setiap semester untuk murid-murid SMP Katolik Giovanni Kupang dalam menunjukkan perhatian dan rasa peduli mereka terhadap sesama,” jelas Romo Jobri.

“ Salah satu praktik nyata itu terwujud melalui program SMP Katolik Giovanni Kupang Peduli Sesama, yang kemarin terlaksana di Panti Asuhan Holy Angel. Hal ini baik untuk dilestarikan sebagai budaya sekolah karena pada prinsipnya, murid pintar tapi tidak ada kepedulian terhadap sesama merupakan sebuah bencana, siswa peduli kepada sesama namun tidak pintar itu ketimpangan. Maka itu, perlu keseimbangan yang utuh antara kepintaran dan kepedulian sosial. Kegembiraan akan terwujud dengan baik jika dua hal ini berjalan selaras dan beriringan,” ungkap Romo Jobri memotivasi.
Lebih lanjut Karel Kalesan, selaku Wakil Kepala SMP Katolik Giovanni sekaligus Pembina-Pelatih Pramuka Gudep 039-040 SMP Katolik Giovanni Kupang, mengungkapkan program SMP Katolik Giovanni Peduli Sesama merupakan aksi kolaborasi dari Tim OSIS dan Dewan Penggalang Gudep 039-040 SMP Katolik Giovanni Kupang. Beliau mengungkapkan bahwa kegiatan ini sebagai salah satu bentuk pengamalan dari Dasa Dharma Pramuka pada point ke-II.
“ Dalam kunjungan singkat ini, murid-murid dan bapa dan ibu guru datang membawa suka cita sekaligus datang untuk berbagi. Tim ini gabungan dari Tim OSIS dan Dewan Penggalang Gudep 039-040 SMP Katolik Giovanni Kupang. Bantuan yang dikumpulkan akan diberikan kepada orang-orang yang mengalami berbagai bencana dan musibah terkhususnya di Kota Kupang. Tujuannya jelas, melatih anak-anak untuk bisa peduli dan berbela rasa terhadap sesama yang berkekurangan sebagai bentuk pengamalan dari Dasa Darma Pramuka point yang kedua, cinta alam dan kasih sayang sesama manusia,” tegas Karel.

Seorang murid SMP Katolik Giovanni Kupang yang saat ini menjabat sebagai Ketua OSIS, Louysani M. Meo, mengungkapkan rasa syukur bisa menjadi salah satu murid yang berpartisipasi dalam momen penting ini. Baginya secara pribadi, momen ini menjadi sebuah pembelajaran bahwa dari kebersamaan menghidupkan harapan, selalu ada kesempatan untuk berbagi dan selalu ada rasa syukur untuk saling menguatkan.
“ Pengalaman ini bagi saya menjadi sebuah momen spesial di masa pendidikan karena saya dilatih untuk belajar melihat, turut merasakan dan tersentuh untuk memberi dari kekurangan, agar api pengharapan dalam hidup mereka tetap membara. Dari mereka saya belajar bahwa dalam keterbatasan, bukan menjadi penghalang untuk selalu bersemangat menjalani kehidupan dengan rasa syukur dan lapang,” jelas Sany Mengenang kegiatan kemarin.
“ Manfaat bagi saya secara pribadi yaitu mampu menumbuhkan rasa peduli dan kekeluargaan kita terhadap sesama yang berkesusahan. Tujuan dari kegiatan ini bagi saya secara pribadi ingin melatih dan membentuk saya menjadi pribadi yang lebih bersyukur atas apa yang dimiliki dan semoga pengalaman ini semakin memotivasi saya untuk terus belajar seperti layaknya semangat anak-anak panti asuhan yang tidak padam karena keadaan,” tutup Sany gadis berdarah Bajawa itu. (LFL/GD)
#fiatlux #smpkgiovannikupang
#ntt #nttbangkit #nttsejahtera #dinaspkkotakupang #smpkgiovannikupang #yaswarikak