
LiputanFiatLux.com. Memasuki akhir tahun pembelajaran, SMP Katolik Giovanni Kupang punya cara unik nan elegan mengucap syukur atas segala proses yang telah berlalu. Tidak dengan pesta pora yang memabukkan, tidak juga dengan dentuman musik yang menggelegar, tidak juga dengan kata-kata puitis yang teruntai berbait-bait, cukup dengan lilin-lilin kecil bersama mulut yang terus mendaraskan doa bagi jiwa-jiwa yang telah berpulang.
Sebuah tradisi yang telah hidup sejak 2023 lalu, Romo Kepala SMP Katolik Giovanni Kupang bersama staf pengajar dan pegawai, beramai-ramai berziarah ke pusara para guru yang telah berpulang. Saat jiwa-jiwa sepi berbisik pada kubur-kubur, menebar mimpi-mimpi yang tak kunjung tuntas pada doa manusia fana, mereka terpanggil datang dengan segala kerendahan hati, memohon doa dan restu dalam mengarungi tahun ajaran mendatang.
Romo Jobri yang dimintai keterangan via WhatsApp menjelaskan awal mula ziarah ini dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan dan ucapan terima kasih atas segala jasa dan perjuangan para pendahulu yang dengan caranya masing-masing telah berjasa dalam menghidupkan pelita pendidikan dalam rahim SMP Katolik Giovanni Kupang.
“Ziarah ini sudah berlangsung sejak tahun 2023, dan dilaksanakan setiap akhir tahun pelajaran dan menyambut tahun ajaran baru. Adapun maksud dari ziarah ini adalah ungkapan terima kasih yang tersirat dalam doa-doa tulus, atas jasa mereka selama mengabdi dan berkarya di SMP Katolik Giovanni Kupang. Pengalaman ini juga sebagai ungkapan iman, bahwa relasi yang dibangun sebagai tanda keimanan yang tidak akan putus hanya karena kematian. Kami ingin relasi itu terus terjaga antara para pendahulu sebagai peletak dasar yang menanam benih-benih kebaikan di SMP Katolik Giovanni Kupang dan kami berharap direstui untuk melanjutkan apa yang sudah ada,” jelas Romo Jobri.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dedy Teguh selaku guru Agama Katolik di SMP Katolik Giovanni Kupang yang sore itu turut ambil bagian dalam ziarah tahunan tersebut.
”Ziarah dan doa bersama hari ini bukan sekadar rutinitas atau tradisi tahunan bagi kita di SMP Katolik Giovanni Kupang. Ini adalah momen refleksi mendalam, di mana Romo Kepala Sekolah, Frater, rekan-rekan guru, serta seluruh pegawai bersatu untuk merawat ingatan dan rasa syukur. Kita menyalakan lilin bukan hanya sebagai tanda duka, melainkan lambang harapan dan doa agar jiwa para guru, pegawai, dan siswa terkasih yang telah mendahului kita, mendapatkan kedamaian abadi di altar surgawi,” jelas Teguh.
Rute ziarah dimulai dari halaman sekolah SMP Katolik Giovanni menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelapa Lima, yang dimana terdapat pusara dari Bapak Petrus Lelboy. Tim kemudian bergerak ke arah Perumnas (Oebobo) dan mencari makam dari Bapak Petrus Hipir. Sekitar pukul 3 sore arak-arakan melanjutkan ziarah menuju makam dari Bapak Urbanus Boli Duhan yang terletak di Jln. Bajawa.
Tidak berhenti sampai disitu, Romo bersama bapa dan ibu guru SMP Katolik Giovanni pun berbaur bersama macetnya Kota Kupang di sore itu, sambil merasakan teriknya senja sore, kami menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Liliba untuk berziarah ke makam Ibu Helena Wungubelen, dan anak Sean Mangngi, untuk sekedar berbagi cerita dalam doa, dan kami beranjak menerobos dingin sore yang mulai menusuk, berburu dengan senja yang segera berganti malam menuju Tempat Pemakaman Umum Petuk untuk berziarah ke makam Bapak Daniel Naben.
Senja hampir saja hilang bersama harapan yang terlampau polos di bawah cakrawala yang mulai menghitam. Kami mengakhiri ziarah hari ini di kediaman alm. Bapak Bruno Atawuwur. Untuk semua doa, harapan, dan segala mimpi yang masih abu-abu di tangan manusia, kami tutup semua dalam berkat penutup. (LFL/GD)
#fiatlux #smpkgiovannikupang
#ntt #nttbangkit #nttsejahtera #dinaspkkotakupang #smpkgiovannikupang #yaswarikak