
LiputanFiatLux.com. SMP Katolik Giovanni Kupang berhasil menjadi jawara pada perhelatan POSI (Pusat Olimpiade Sains Indonesia) tingkat Provinsi bertajuk Nusa Tenggara Timur Science Olympiad 2026 atau Festival Sains Nasional Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur. SMP Katolik Giovanni Kupang mengirimkan talenta-talenta terbaiknya sebanyak 15 murid untuk bersaing memperebutkan juara. 7 peserta berhasil menjadi juara, (Sabtu, 16 Mei 2026).
Untuk bidang Matematika diwakilkan 3 murid, bidang IPA diwakilkan oleh 2 murid, bidang Bahasa Inggris diwakilkan oleh 3 murid, dan untuk bidang IPS diwakilkan oleh 7 murid.
Total 15 peserta Lomba Posi dari SMP Katolik Giovanni Kupang yang berpartisipasi, 7 murid diantaranya berhasil menorehkan prestasi mengungguli peserta lainnya, yaitu pada bidang IPS, bidang Matematika, bidang IPA, dan bidang Bahasa Inggris.
Untuk bidang IPS berhasil memperoleh Medali Emas atas nama Avika Adji (VIII A), dan 2 Medali Perak masing-masing di sumbangkan oleh Raden Princces Ramadhan (VIII A), dan Gabriella Seda (VII D).

Sedangkan sisa tim lain yang tidak ketinggalan dalam menorehkan prestasi gemilang yaitu tim dari bidang Bahasa Inggris dengan meraih Medali Perak atas nama Ravha Salmun (VIII A), tim bidang IPA berhasil memperoleh Medali Perunggu atas nama Irene Huwae (VII A), dan juga tim bidang Matematika berhasil menyumbangkan 2 Medali Perungggu atas nama Damian Nande (VII A), dan Arsenius Sada (VIII A).
Keberhasilan ini tidak terjadi secara instan tetapi melalui serangkaian proses yang teratur dan kontinu, mulai dari proses pendampingan, pendalaman materi, dan test kemampuan akademik setiap murid yang tergabung dalam Ekstrakurikuler bidang mata pelajaran.
“Hasil ini menjadi bukti nyata dari kerja keras murid-murid SMP Katolik Giovanni Kupang. Selain itu, adanya sentuhan tangan-tangan dingin dari bapa dan ibu guru yang senantiasa mendampingi, meneguhkan, dan memberikan dorongan selama proses pendampingan hingga menjelang lomba. Murid-murid kami sudah memiliki kemampuan yang baik, tugas kami sebagai pendamping hanya memastikan mereka terus pada jalur yang baik menuju kemenangan. Disiplin dan ketekunan menjadi fondasi membangun prestasi,” tegas Romo Jobri.

Kanis Bara salah satu pendamping Ekstrakurikuler bidang IPS yang ditemui awak media LiputanFiatLux.com mengungkapkan rasa bangga dan senang terkait hasil yang diperoleh oleh murid-murid SMP Katolik Giovanni Kupang. Mereka mengungkapkan bahwa hasil ini berakar dari displin dan ketekunan, mulai dari manajamen waktu yang baik selama proses pendampingan dalam Ekstarkurikuler bidang IPS.
“Sekolah sebagai sebuah rahim pendidikan tentunya berhasil menjalankan tugas dan tentunya pengalaman ini memberikan suka cita dan rasa bangga bagi kami yang langsung terjun dalam proses persiapan hingga event tersebut berlangsung. Kami sangat terbantu dengan program yang sudah dirancang oleh sekolah dan kami melihat ini sebagai sebuah kesempatan emas untuk mendulang berprestasi. Jadi, setiap hari Selasa di pukul 13.30 WITA seusai proses belajar-mengajar, murid-murid yang sudah tergabung dalam Ekstrakurikuler bidang IPS bertemu untuk sharing, persiapan, dan berdiskusi bersama. Teknisnya, kami mulai dengan mencari materi-materi, bank-bank soal melalui internet, literatur-literatur yang berkaitan dengan bidang IPS, kemudian membahasnya secara bersama-sama.” Ungkap Fina.
Lanjutnya, “kesempatan yang diberikan sekolah bukan hanya dilihat sebagai tugas dan tanggung jawab yang mengikat, tetapi kami melihatnya sebagai kesempatan emas. Kesempatan membangun kedekatan secara emosional antara murid-murid dan pendamping. Dengan disiplin kami belajar untuk membentuk karakter bahwa kesepakatan dibuat untuk menumbuhkan sikap saling menghargai bukan sebagai tindakan keterpaksaan. Di atas bilur-bilur kedisiplinan ini, kami senantiasa menekankan tentang pentingnya sebuah ketekunan secara alami karena murid-murid merasa aman, dihargai, dan potensi keunikannya didukung penuh oleh pengajar. Ini adalah pendekatan yang selalu kami pakai saat melakukan pendampingan,” tegas Vina Fince.

“Hal yang tidak kalah pentingnya bahwa proses seleksi menjadi momen penentu, di mana setiap murid terlebih dahulu diuji kemampuan akademik sebelum mengikuti lomba. Sehingga siapa pun yang terpilih untuk mengikuti lomba adalah murid yang terbaik. Segala proses ini tidak menjadikan kami lupa di mana kami berpijak dan berasal, sehingga doa menjadi kewajiban sebelum bergumul dengan soal-soal IPS tersebut,” jelas Kanis Bara.
Pada kesempatan ini, tim kami juga berkesempatan melaksanakan wawancara bersama Kinan Nande salah satu jawara dalam POSI untuk bidang lomba Matematika selepas mengikuti Ulangan Pendidikan Pancasila. Ia mengungkapkan kegembiraan dan rasa senang karena berhasil memperoleh Medali Perunggu.
“Saya secara pribadi merasa sangat senang mendapat Medali Perunggu untuk bidang Matematika pada Festival Sains Nasional Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ini menjadi pengalaman yang membanggakan dikarenakan saya mendapat juara saat status saya sebagai murid kelas VII SMP Katolik Giovanni. Masih ada kesempatan dilain waktu untuk bertumbuh dan berkembang menjadi lebih baik. Secara pribadi saya mengungkapkan limpah terima kasih untuk segala dukungan yang diberikan oleh SMP Katolik Giovanni untuk menyalurkan bakat saya dalam bidang Matematika,” jelas Kinan salah satu peserta FSN bidang Matematika Tingkat Nasional Tahun 2025 yang berhasil meraih Juara III.

“Belajar Matematika menjadi sebuah kegemaran dan kegiatan yang menyenangkan bagi saya. Saya belajar Matematika dengan cara-cara yang sederhana, yaitu pahami konsepnya, kerjakan soal-soal yang berceceran di Internet, dan jika kurang paham saya mencari bantuan dari guru-guru saya di SMP Katolik Giovanni,” jelas Kinan memotivasi teman-temannya untuk mencintai pelajaran Matematika. (LFL/GD)
#fiatlux #smpkgiovannikupang
#ntt #nttbangkit #nttsejahtera #dinaspkkotakupang #smpkgiovannikupang #yaswarikak
Sebagai seorang guru ketika membaca artikel ini perasaan saya bahagia dan bangga dengan hasil yang diperoleh anak-anak dari SMPK GIOVANI, semua itu tidak terlepas dari pemimpin yang visioner dan kooperatif yang mampu membangun kerjasama yang baik disetiap lini dan tidak kalah pentingnya juga guru pendamping yang mampu membaca dengan baik bakat dan minat siswa sehingga dari anak dapat dibina sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing
terima kasih sudah berkunjung, membaca dan memberi koment