(Kritik Atas Mata yang Separuh Buta)

(Oleh: Yohanes Dedy Teguh, S.Pd.,Gr)
Beri daku surga yang luruh dari doa ibu, sebuah altar di pangkuan Pertiwi, di mana Pelukis Maha Agung menumpahkan warna yang tak sanggup dieja kata.
Beri daku surga yang mengejawantah; pada gersang nan magis di tanah Flores, pada rona hamparan Sumba, pada kedalaman sunyi laut Alor, pada teguhnya karang di dada Timor, pada lekuk ombak yang memeluk Rote, dan pada jejak leluhur di tanah Sabu. Inilah Flobamora, surga yang dijahit dari serat-serat takdir.
Kau menyebutnya “surga tersembunyi,” bukan? Atau kau duga surgaku hanyalah sepotong sisa?

Sungguh kaulah yang sedang bersembunyi di balik kelambu prasangka, memandang keelokan dengan mata yang separuh buta. Jangan kau khianati rahim ibu kita ia yang membentang dari nafas Sabang hingga denyut Merauke, dari tajamnya Miangas hingga kepulauan Rote.
Ziarahilah seluruh tubuh surga ini hingga ke ujung terjauh, jangan hanya terpaku memuja cahaya di ufuk Barat. Sekali waktu, menolehlah ke arah matahari terbit.
Datanglah ke Timur, ke jantung fajar kita. Biar kau pahami, bahwa Timur, surga tak sekadar indah ia adalah saksi pertama betapa setianya cahaya mencintai ibu pertiwi.
(LFL/TD)
#fiatlux #smpkgiovannikupang
#ntt #nttbangkit #nttsejahtera #dinaspkkotakupang #smpkgiovannikupang #yaswarikak