LiputanFiatlux.com. SMP Katolik Giovanni Kupang memasuki masa akhir proses pembelajaran bagi murid kelas IX. Ujian Sekolah akan diikuti sebanyak 141 murid SMP Katolik Giovanni Kupang. Menjelang momen bersejarah tersebut, pihak sekolah menyelenggarakan Perayaan Ekaristi khusus guna memantapkan diri mengikuti Ujian Sekolah, bertempat di aula bersama SMP/SMA Katolik Giovanni Kupang, Jumat, (24/4/2026). Sebuah momen sakral bertemakan “penguatan dan pisah sambut”, menjadi sebuah kesempatan syukur dalam mempersembahkan seluruh mimpi, harapan, dan cita-cita dalam doa dan nyanyian puji-pujian.

Perayaan Ekaristi kudus yang sedianya dilaksanakan pada pukul 09.00 WITA, secara langsung dipimpin oleh Romo Kepala SMP Katolik Giovanni, RD. Joannes Paulus Bria, Pr. Dalam homilinya, Romo Kepala Sekolah menegaskan tentang pentingnya kerelaan mengubah diri demi kesuksesan.
“Perubahan dalam diri menjadi awal bagi kita sebagai manusia menuju kesuksesan. Ketekunan menjadi kunci menuju transformasi diri yang lebih baik. Keterbukakan diri terhadap Salib Kristus membawa kita sekalian kepada jalan menuju keselamatan. Menyambut tubuh dan darah Kristus, sama halnya kita dengan penuh kepercayaan merelakan Kristus masuk, tinggal dan menyelenggarakan karya besar dalam hidup kita sebagaimana St. Paulus dalam bacaan pertama yang kita dengarkan tadi,” ungkap Romo Jobri.

Romo Jobri secara tegas juga menyampaikan tentang pentingnya persiapan murid-murid sebelum bertempur pada Ujian Sekolah mendatang, Senin, (27/4/2026). Agar nilai yang diperoleh tidak sekedar angka yang tertulis pada selembar kertas, melainkan mampu diejawantakan dalam kehidupan sehari-hari. Harapan besar bagi anak-anak agar bisa menunjukkan kualitas berdasarkan proses yang telah dilalui kurang lebih 3 tahun ini.
“Harapan kami sebagai pembina dan tenaga kependidikan di SMP Katolik Giovanni, murid-murid mampu giving all I have saat mengikuti ujian. Nilai yang diperoleh harus mencerminkan proses yang sudah dilalui selama kurang lebih tiga tahun ini. Lebih lanjut, nilai ini menjadi modal penting menapaki pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi, tegas Romo Jobri.
Akhir kata, Romo Jobri mengajak murid-murid kelas IX SMP Katolik Giovanni untuk sehati sejiwa dan secara bersama-sama berjuang pada Ujian Sekolah mendatang.

Perayaan Ekaristi ini juga menjadi momen spesial bagi SMP Katolik Giovanni merajut kebersamaan bersama Dra. Maria Sutriani yang memasuki masa purna bakti. Sebagai guru, ia telah mengabdi selama 24 tahun 7 bulan. Saat menyampaikan sekapur sirih, Ibu Nining mengungkapkan rasa terharu, dan bangga pernah menjadi bagian dari proses pendidikan di civitas SMP Katolik Giovanni Kupang.
”Saya secara pribadi sangat terharu dan bahagia mengabdi sebagai guru di SMP Katolik Giovanni Kupang. Dalam kebersamaan dengan rekan guru sering dilalui dengan persilangan ide dan pendapat. Namun dari perbedaan itu melahirkan kehangatan sebagai satu keluarga. Momen ini akan membuat saya merindukan tempat ini,” jelas ibu Nining.
Lebih lanjut tidak lupa ia memberikan motivasi bagi murid-murid kelas IX agar berkomitmen memberikan cerita yang indah diakhir perjalanan yang penuh drama. Tidak lupa di akhir kata, ibu Nining memohon maaf dan mengajak Romo Kepala Sekolah bersama perwakilan dari setiap kelas memotong pita sebagai ungkapan bahwa perpisahan adalah momen yang akan selalu mempertemukan kita dalam kepingan-kepingan kenangan. (LFL/GD)
#fiatlux #smpkgiovannikupang
#ntt #nttbangkit #nttsejahtera #dinaspkkotakupang #smpkgiovannikupang #yaswarikak