
LiputanFiatlux.com. SMP Katolik Giovanni Kupang berhasil menjadi juara dalam Lomba Tutur Kitab Suci Tingkat SMP se-Kota kupang, yang diselenggarakan oleh STIPAS Keuskupan Agung Kupang. Dua murid SMP Katolik Giovanni Kupang berhasil menyabet juara, yaitu Mariana Renata Bunganaen, (Juara I), dan Jaclin Christine A. Taga Doko, (Juara III).
Dalam rangka menyongsong Hari Ulang tahun ke-25 atau Pesta Perak tahun 2026, STIPAS Keuskupan Agung Kupang berinisiatif menggelar Lomba Tutur Kitab Suci tingkat SMP. Rangkaian lomba yang berlangsung di Aula Santo Petrus STIPAS Keuskupan Agung Kupang pada Sabtu, 19 September 2026, peserta yang turut ambil bagian sebanyak 26 perwakilan SMP se-Kota Kupang.
SMP Katolik Giovanni mengirimkan dua perwakilannya yaitu Mariana Renata Bunganaen dan Jaclin Christine A. Taga Doko yang secara langsung didampingi oleh Eko Pada Wulon dan Fr. Alvaro Manhitu. Perwakilan yang mewakili mimpi kami semua SMP Katolik Giovanni Kupang.
Perwakilan murid dari SMP Katolik Giovanni Kupang, sebagaimana yang diungkapkan oleh Eko Pada Wulon, selaku pemdamping, bahwa penentuan peserta lomba dari SMP Katolik Giovanni melalui serangkaian proses seleksi yang ketat, proses persiapan yang intens dan juga pendekatan yang humanis guna memupuk semangat, karakter dan juga mental juara peserta.
“Awal penentuan peserta lomba, kami mendesain serangkaian tes guna mendapatkan peserta yang memenuhi syarat dan siap memberikan prestasi bagi kami. Setelah melewati serangkaian seleksi yang ketat ini, saya bersama Fr. Alvaro membantu mereka mempersiapkan diri dan secara langsung melakukan pendampingan yang dimulai dengan pemilihan perikop injil untuk dibawa saat lomba nantinya. ,” tutur Eko.
Ia melanjutkan, ”Selain pendampingan bersama dengan murid di sekolah, kami juga memberikan waktu kepada mereka untuk belajar secara mandiri di rumah masing-masing. Teknik ini bertujuan agar menumbuhkan kreativitas peserta dan kesempatan bagi anak-anak untuk terus mengasa bakat dan juga mental bertanding, seperti pepatah kuno, alah bisa karena biasa, bahwa segala kesukaran atau pekerjaan yang sulit pada awalnya akan terasa mudah jika sering dikerjakan atau dilatih secara terus-menerus,” jelas Eko mengenang masa-masa persiapan tersebut.
Dua peserta yang berhasil memperoleh juara, Mariana Renata Bunganaen dan Jaclin Christine A. Taga Doko yang dimintai keterangan via whatsApp mengungkapkan rasa gembira dan rasa syukur atas hasil yang mereka peroleh. Prestasi ini tidak lepas dari kerja keras dan kerja sama tim yang sudah dibentuk sejak lama bersama pendamping.
Bagi Rere, murid yang berhasil menyabet Juara I Lomba Tutur Kitab Suci Tingkat SMP se-Kota Kupang, bahwa pengalaman memperoleh juara ini tidak diperoleh melalui proses instan tetapi dari bilur-bilur pengorbanan dan kerja keras tanpa mengenal lelah.
“Perasaan saya sangat senang dan terharu karena usaha kerja keras saya membuahkan hasil yang memuaskan. Tentunya ada proses yang mengiringi hasil ini yaitu mempersiapkan diri dengan baik dengan mempelajari dan memahami perikop yang saya pilih untuk lomba. Ketika pulang sekolah selepas membantu orang tua, saya mulai berlatih untuk persiapan lomba dan melengkapi bagian yang kurang dalam bertutur Kitab Suci. Waktu persiapan lomba berlangsung 3 hari sampai dengan perlombaan,” tutur Rere gadis yang kini duduk di kelas VIII A.
“Saya berharap melalui pengalaman ini dan keikutsertaan saya dalam lomba-lomba di jenjang SMP, membentuk pribadi dan karakter saya untuk murid yang lebih berani, cerdas dan berprestasi, tentunya menjadi bekal untuk persiapan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” tutup Rere mengakhiri wawancara kami.
Hal senada juga diungkapkan Jacklin peraih Juara III Lomba Tutur Kitab Suci Tingkat SMP se-Kota Kupang, ia mengungkapkan rasa senang dan juga syukur atas prestasi sudah ia raih. Hasil ini tentunya tidak terlepas dari usaha dan latihan yang dilakukan secara rutin. Hal ini tentunya menjadi sebuah momen berharga bagi Jacklin secara pribadi.
Jaclin juga membagikan pengalaman serta keseruannya selama proses latihan hingga perlombaan, bagaimana ia mengola rasa gugup dan cemas menjadi api motivasi yang menghantarnya ketangga juara.
“Sebelum lomba, saya mempersiapkan diri dengan banyak berlatih bersama pendampig maupun secara mandiri. Namun, perasaan gugup masih datang menghampiri. Mengatasi masalah ini, saya terus berpikir positif bawa saya bisa melewati proses ini dengan baik sembari membawa semua kecemasan ini dalam doa. Saat pengumuman lomba dibacakan, saya merasa lega dan senang karena sudah berani mencoba dan belajar dari pengalaman tersebut,” terang Jaclin.
“ Saya berharap pengalaman dari setiap lomba bisa membuat saya semakin percaya diri, berani, dan terus mengembangkan kemampuan saya. Saya juga ingin terus mencoba hal-hal baru dan tidak takut menghadapi tantangan di masa depan,” tegas Jaclin mengakhiri wawancara tersebut.
#fiatlux #smpkgiovannikupang
#ntt #nttbangkit #nttsejahtera #dinaspkkotakupang #smpkgiovannikupang #yaswarikak